Social Icons

Pages

Rabu, 27 Februari 2013

Penyakit jantung koroner

Jantung kita bekerja dengan berdenyut 60 hingga 80 kali per menit sejak masih janin dalam kandungan,  tidak bisa dibayangkan sudah berapa trilyun kali jantung bekerja tanpa pengeluh?
Jantung bekerja dengan tekun dan setia karena mendapatkan makanan lewat pembuluh darah bersih jantung. Waktu kita masih kecil atau muda, dinding bagian dalam pembuluh darah masih licin dan mulus sehingga konsumsi makanan lewat pembuluh jantung tersebut lancar dan cukup,  tetapi
semakin tua usia seseorang akan terjadi timbunan lemak, infeksi, luka pada dinding bagian dalam, sehingga pembuluh jantung semakin lama semakin tidak rata dan sempit. Akibatnya aliran darah ke jantung akan mengeluh  dengan ditandai rasa sesak, nyeri di dada kiri, menjalar ke leher dan lengan kiri. Apabila tidak segera diatasi akan terjadi sumbatan dan kematian otot jantung.

Penyakit jantung koroner maupun strok dapat dicegah  dengan melakukan tindakan pencegahan terhadap faktor resikonya.
Faktor resiko utama:
  • Dislipidemia (kelainan lemak darah)
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Diabetes mellitus (kencing manis)
  • Perokok
Faktor resiko tambahan:
  • Kurang aktifitas fisik
  • stress
  • hiperuricemia (kadar asam urat di atas normal)
Beberapa cara untuk menghindari penyakit jantung koroner:
  1. Aspek diet
    Diet gizi seimbang, sesuai dengan nilai kecukupan yang dianjurkan. Cukup serat dan hindari alkohol.
  2. Olah raga
    Dianjurkan minimal 4 kali dalam seminggu dengan lama olahraga lebih dari 30 menit, cukup intensitas, disesuaikan dengan usia dan dipilih olahraga yg tidak menjadi beban.
  3. Obat
    Bila diet dan olah raga belum mencapai nilai profil lemak darah yang normal, dianjurkan untuk menghubungi dokter agar dapat dipilih obat yang sesuai.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Total Page views